Senin, 02 Desember 2013

Paradigma fakta sosial


@Paradigma fakta sosial

1.    EXEMPLAR
Exemplar paradigma fakta sosial ini diambil dari kedua karya Durkheim. Durkheim meletakkan landasan paradigma Fakta Sosial melalui karyanya The Rules of Sociological Method (1895) dan suicide (1897). Untuk memisahkan sosiologi dari pengaruh filsafat dan untuk membantu sosiologi mendapatkan lapangan penyelidikannya sendiri maka Durkheim membangun satu konsep yakni: Fakta sosial

Fakta sosial ini lah yang menjadi pokok persoalan penyelidikan sosiologi. Fakta sosial dinyatakannya sebagai barang sesuatu (thing) yang berbeda dengan ide. Barang sesuatu menjadi objek penyelidikan dari seluruh ilmu pengetahuan. Ia tidak dapat di pahami melalui kegiatan mental murni (spekulatif). Tetapi untuk memahaminya diperlukan penyusunan data riil dluar pemikiran manusia. Fakta sosial harus diteliti didalam dunia nyata sebagaimana orang mencari barang sesuatu lainya:

Fakta sosial menurut Durkheim terdiri atas dua macam:
1.    Dalam bentuk material. Yaitu barang sesuatu yang dapat disimak. Ditangkap dan di observasi.
2.    Dalam bentuk non material. Yaitu sesuatu yang dianggap nyata (external). Fakta sosial jenis ini merupakan fenomena yang bersifat inter subjective yang hanya dapat muncul dari dalam kesadaran manusia. Contohnya egoism, altruism dan opini.

Untuk memisahkan sosiologi dari psikologi, Durkheim dengan tegas pula membedakan antara fakta sosial dengan fakta psikologi. Fakta psikologi adalah fenomena yang dibawa oleh manusia sejak lahir (inherited). Dengan demikian bukan merupakan hasil pergaulan hidup masyararakat. Fakta sosial tidak dapat diterangkan dengan fakta psikologi. Ia hanya dapat diterangkan dengan fakta sosial pula. Karena itu ahli psikologi telah diperingatkan pula untuk tidak terlallu lama membuang waktu dengan mencoba menyelidiki fakta sosial karena fakta sosial adalah lapangan penyelidikan dari sosiologi.
2.    POKOK PERSOALAN

Pokok persoalan yang harus menjadi pusat perhatian penyelidikan sosiologi menurut paradigma ini adalah : fakta-fakta sosial. Secara garis besarnya fakta sosial terdiri atas dua tipe. Masing-masing adalah struktur sosial (sosial institution) dan pranata sosial. Sifat dasar serta antar hubungan dari fakta sosial inilah yang menjadi sasaran penelitian sosiologi menrurt paradigma fakta sosial.
Secara lebih terperinci fakta sosial itu terdiri atas : kelompok, kesatuan masyarakat tertentu (societies), system sosial, posisi, peranan, nilai-nilai, keluarga, pemerintahan dsb.
Menurut Peter Blau ada dua tipe dasar dari fakta sosial
  1. Nilai-nilai umum (common values)
  2. Norma yang terujud dalam kebudayaan atau dalam subculture
Norma dan pola nilai ini  biasa disebut institutopm atau disini diartikan dengan pranata. Sedangkan jaringan hubungan sosial dimana interaksi sosial berproses dan menjadi terorganisir serta melalui mana posisi-posisi sosial dari individu dan sub kelompok dapat dibedakanm sering diartikan sebagai struktur sosial. Dengan demikian, struktur sosial dan pranata sosial inilah yang menjadi pokok persoalan penyelidikan sosiologi menurut paradigma fakta sosial.
  
Bagi penganut paradigma fakta sosial, apakah mereka memusatkan perhatiannya kepada struktur sosial atau kepada pranata sosial, namun keduanya mereka pandang sebagai barang sesuatu yang sungguh-sungguh ada dalam bentuk material yang utuh dan kompleks. Perhatian utama penganut paradigma fakta sosial terpaut kepada antar hubungan antara struktur sosial, pranata sosial dan hubungan antara individu dengan struktur sosial serta antara hubungan antara individu dengan pranata sosial. Teori-teori sosiologi berbeda terminologi dalam mengkonseptualisasikan antar hubungan pranata sosial, struktur sosial dan individu ini. Perbedaan tersebut jelas terlihat dalam bahasan.
3.    TEORI-TEORI
Ada empat varian teori yang tergabung kedalam paradigma fakta sosial ini. Masing-masing adalah :
  1. Teori fungsionalisme structural
  2. Teori konflik
  3. Teori system
  4. Teori sosiologi makro
Yang dominan adalah dua teori yang disebut mula-mula. Yang dibicarakan juga hanya kedua teori pertama itum yakni teori fungsionalisme structural dan teori konflik.

TEORI FUNGSIONALISME STRUKTURAL

Teori ini menekankan kepada keteraturan (order) dan mengabaikan konflik dan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Konsep-konsep utamanya adalah : fungsi, disfungsi, fungsi laten, fungsi manifest dan keseimbangan (equilibrium)

TEORI KONFLIK

Teori ini dibangun dalam rangka untuk menentang secara langsung terhadap teori fungsionalisme structural. Karena itu tidak mengherankan apabila proposisi yang dikemukakan oleh penganutnya bertentangan dengan proposisi yang terdapat dalam teori fungsionalisme structural. Tokoh utama teori konflik adalah Ralp Dahrendorf.
   

Kalau menurut teori fungsionalisme structural masyarakat berada dalam kondisi statis atau tepatnya bergerak dalam kondisi keseimbangan maka menurut teori konflik malah sebaliknya. Masyarakat senantiasa dalam proses perubahan yang ditandai oleh pertentangtan yang terus menerus diantara unsure-unsurnya.
  
Kesimpulan penting yang dapat diambil adalah bahwa teori konflik ini ternyata terlalu mengabaikan keteraturan dan stabilitas yang memang ada dalam masyarakat di samping konflik itu sendiri. Masyarakat selalu dipandangnhya dalam kondisi konflik. Mengabaikan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku umum yang menjamin terciptanya keseimbangan dalam masyarakat. Masyarakat seperti tidak pernah aman dari pertikaian dan pertentangan.
4.    METODE PENELITIAN PARADIGMA FAKTA SOSIAL

Penganut paradigma fakta sosial cenderung mempergunakan metode kuesioner dan intervieu dalam penelitian empiris mereka. Metode observasi umpamanya ternyata tidak begitu cocok untuk studi fakta sosial. Alasannya karena sebagian besar dari fakta sosialmerupakan sesuatu yang dianggap sebagai barang sesuatu (a thing_ yang nyata yang tidak dapat diamati secara langsung. Hanya dapat di pelajari melalu  pemahaman (intepretatif understanding). Selain itu metode observasi dinilai terlalu sempit dan kasar untuk tujuan penelitian fakta sosial. Metode experiment juga ditolak pemakaiannya alasannya karena terlalu sempit untuk dapat meneliti fakta sosial yang memang bersifat makroskopik.

Pemakaian metode kuesioner dan interview oleh para penganut paradigma fakta sosial ini sebenarnya mengandung suatu ironi sebab informasi yang dikumpulkan melalui kuesioner dan interview banyak mengandung unsure subyektivitas dari si informan.

Terhadap kelemahan metode tersebut James Coleman (1970) mengajukan beberapa saran sbb. Pertama kelemahan kuesioner dan interview dapat diatasi dengan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang runtun secara rasional. Kedua dengan mengajukan pertanyaak ekpada individu tentang unit sosialnya sendiri. Dua cara ini merupakan cara terakhir untuk memperoleh informasi fakta sosial. Ketiga dengan menggunakan teknik sampling yang disebut coleman:”Snowball Sampling”. Artinya menanyakan kepada anggota sampel siapa saja yang menjadi teman terdekatnnya. Selain dari itu dapat pula dipergunakan teknik sampling yang disebutnya :saturation samling, yakni dengan mengajukan pertannyaan sosiometrik dalam jumlah yang banyak. Terakhir dapat pula dilakukan sampling bertingkat (multi stage sampling).


Paradigma Sosiologi - Defenisi Sosial

1.    EXEMPLAR

Exemplar paradigma ini adalah salah satu aspek yang sangat khusus dari karya Weber, yakni dalam analisanya tentang tindakan sosial. Konsep Weber tentang fakta sosial berbeda sekali dari konsep Durkheim. Weber tidak memisahkan dengan tegas antara struktur sosial dengan pranata sosial. Struktur sosial dan pranata sosial keduanya membantu untuk membentuk tindakan manusai yang penuh arti dan penuh makna.

2.    POKOK PERSOALAN

Weber mengartikan sosiologi sebagai studi tentang tindakan sosial antar hubungan sosial. Kedua hal itulah yang menurutnya menjadi pokok persoalan sosiologi. Yang dimaksudkannya dengan tindakan sosial itu adalah tindakan individu sepanjang tindakannya itu mempunyai makna atau arti subyektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain.
 
Secara defenitif Weber merumuskan sosiologi sebagai ilmu yang berusaha untuk menafsirkan dan memahami (interpretative understanding) tindakan sosial serta antar hubungan sosial untuk sampai kepada penjelasan kausal. Dalam defenisi ini terkandung dua konsep dasarnya. Pertama konsep tindakan sosial. Kedua konsep tentang penafsiran dan pemahaman. Konsep terakhir ini menyangkut metode untuk menerangkan yang pertama.
 
Weber mengemukakan lima ciri pokok yang menjadi sasaran penelitian sosiologi yaitu:
  1. Tindakan manusia, yang menurut si actor mengandung makna yang subyektif. Ini meluputi berbagai tindakan nyata.
  2. Tindakan nyata dan bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subyekfif
  3. Tindakan yang meliputi pengaruh positif dari suatu situasi, tindakan yang sengaja diulang serta tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-diam.
  4. Tindakan itu diarahkan kepada seseorang atau kepada beberapa individu.
  5. Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain dan terarah kepada orang lain itu
Tindakan sosial dapat pula dibedakan dari sudut waktu sehingga ada tindakan yang darahkan kepada waktu sekarang, waktu lalu atau waktu yang akan dating.
 
Pertanyaannya: bagaimana mempelajari tindakan sosial itu ? Weber menganjurkan melalui penafsiran dan pemahaman (intepretatif understanding) atau menurut terminologi Weber sendiri dengan: Verstehen. Jelas disini untuk mempelajarinya tidak mudah. Bila seseorang hanya berusaha meneliti perilaku (behavior) saja dia tidak akan yuakin bahwa perbuatan itu mempunya iarti subyektif dan diarah kan kepada orang lain. Peneliti sosiologi harus mencoba menginterpretasikan tindakan si actor. Dalam artian yang mendasar, sosiolog harus memahami motif dari tindakan si actor.
 
Timbul pertanyaan kedua: Bagaimana memahami motif tindakan si actor itu? Hal ini weber menyarankan dua cara: 1). Dengan melalui kesungguhan 2). Dengan coba mengenangkan dan menyelami pengalaman siaktor.
Tambahan idenya tentang pemahaman ini menempatkan Weber terpisah dari penganut paradigma lainnya. Metode pemahaman yang diajukan weber ini bukan hanya bersifat pemberian penjelasan kausal belaka terhadap tindakan sosial manusia seperti penjelasan dalam ilmu alam.

3.    TEORI-TEORI DEFENISI SOSIAL

Ada tiga teori yang termasuk ke dalam paradigma defenisi sosial ini. Masing-masing: Teori aksi (action theory), interaksionisme simbolik(simbolik interactionism) dan fenomenologi (phenomenology). Ketiga tiganya jelas mempunyai beberapa perbedaan, tapi juga dengan beberapa persamaan dalam factor-faktor yang menetukan tujuan penyelidikannya serta gambaran tentang pokok persoalan sosiolgi menurut masing-masing yang dapat mengurangi perbedaannya.
 
Ketiga teori yang termasuk kedalam paradigma definisi sosial, sama sama mengarahkan perhatian kepada: proses sosial, terutama para pengikut interaksionisme simbolik. Dalam kadar yang agak kurang terdapat pula pada penganut teori aksi dan fenomenologi.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas berikut ini akan dibahas ketiga teori itu satu persatu.

TEORI AKSI (Action Theory)

Teori ini sepenuhnya mengikuti karya Weber. Teori aksi dewasa ini tidak banyak emngalami perkembangan melebihi apa yang sudah di capai took utamanya Weber. Malahan teori ini sebenarnya telah mengalami semacam jalan buntu. Arti pentingnya justru terletak pada peranannya dalam mengembangkan kedua teori berikutnya yakni teori interaksionisme simbolis dan teori fenomenologi.

TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK

Teori interaksionisme simbolik ini berkembang pertama kali di Universitas Chicago dikenal dengan aliran Chicago. Dua orang tokoh besarnya John Dewey dan Charles Horton Cooley adalah filosof yang semula mengembangkan Teori interaksionisme simbolik di Universitas Michigan. Dewey yang pindah ke Universitas Chicago mempengaruhi beberapa orang tokoh disana.
 
Walaupun begitu dari keseluruhan aliran pemikiran sosiologi. Interaksionisme simbolik adalah teori yang paling sukar disimpulkan. Teori ini berasal dari berbagai sumber tetapi tidak ada satu sumber yangdapat memberikan pernyataan tunggal tentang apa yang menjadi isi dari teori ini, kecuali satu hal, yakni bahwa ide dasar teori ini bersifat menentang behaviorisme radikal yang dipelopori oleh J.B.Watson. hal ini tercermin dari gagasan tokoh sentral teori yakni G.H. Mead yang bermaksud untuk membedakan teori ini dari teori behavioralisme radikal itu.
 
Behaviorisme sebagaimana namanya menunjukan, mempelajari tingkah laku manusia secara obyektif dari luar. Sedang kan Mead dari interaksionisme simbolik, mempelajari tindakan sosial dengan mempergunakan teknik itrospeksi untuk dapat mengetahui barang sesuatu yang melatar belakangi tindakan sosial itu dari sudut actor.

TEORI FENOMENOLOGI

Persoalan pokok yang hendak diterangkan oleh teori ini justru menyangkut persoalan pokok ilmu sosial sendiri, yakni bagaimana kehidupan bermasyarakat ini dapat terbentuk.
 
Secara singkat dapat dikatakan bahwa interaksi sosial terjadi dan berlangsung melalui penafsiran dan pemahaman tindakan masing-masing baik antar individu maupun antar kelompok.
Ada empat unsur pokok dari teori ini:
  1. Perhatian terhadap actor. Penggunaan metode ini dimaksudkan pula untuk mengurangi pengaruh subyektivitas yang menjadi sumber penympangan, bias dan ketidaktepatan informasi.
  2. Memusatkan perhatian pada kenyataan yang penting atau yang pokok dak kepada sikap yang wajar atau alamiah (natural attitude) alasannya adalah tidak keseluruhan gejala kehidupan sosial mampu diamati. Karena itu perhatian harus dipusatkan kepada gejala yang penting dari tindakan manusai sehari-hari dan terhadap sikap-sikap yang wajar.
  3. Memusatkan perhatian kepada masalah mikro. Maksudnya mempelajari proses pembentukan dan pemeliharaan hubungan sosial pada tingkat interaksi tatap muka untuk memahaminya dalam hubungan nya dengan situasi tertentu.
  4. Memperhatikan pertumbuhan, perubahan dan proses tindakan. Berusaha memahami bagaimana keteraturan masyarakat diciptakan dan dipelihara dalam kehidupan pergaulan sehari-hari.

4.    METODE DEFENISI SOSIAL

Penganut paradigma Definisi sosial ini cenderung mempergunakan metode observasi dalam penelitian mereka. Alasannya adalah untuk dapat memahami realitas intrasubhective dan intersubjective dari tindakan sosial dan interaksi sosial. Untuk maksud tersebut metode kuesioner dan interview dinilai kurang relefvan. Begitupula metode eksperimen. Metode ini meskipun dapat mengganggu spontanitas tindakan serta kewajaran dari sikap si actor yang diselidiki, melalui penggunaan metode observasi dapat disimpulkan hal hal yang bersifat intrasubjective dan intersubjective yang timbul dari tindakan actor yang diamati.
Tipe teknik observasi
 
Teknik yang paling ringan adalah observasi yang bersifat eksplorasi. Teknik ini paling subyektif sifatnya dan pemakaiannya berhubungan erat dengan rencana observasi yang sebernarnya. Biasanya teknik observasi dipergunakan terutama untuk mengamati tingkahlaku actual, berdasarkan cara peneliti berpartisipasi didalam kelompok yang diselidikinya, dapat dibedakan empat tipe observasi:
  1. Participant observation. Peneliti tidak memberitahukan maksudnya kepada kelompok yang diselidikinya. Peneliti dengan sengaja menyembunyikan bahwa kehadirannya ditengah-tengah kelompok yang diselidikinya itu adalah untuk meneliti.
  2. Participant as observer. Bedanya dengan teknik yang pertama terletak pada kenyataan bahwa dalm teknik ini peneliti memberitahukan maksudnya kepada kelompok yang diteliti.
  3. Observer as participant. Teknik ini dipergunakan dalam penelitian yang hanya berlangsung dalam sekali kunjungan dan dalam waktu singkat, misalnya sehari. Karena itu teknik ini jelas memerlukan perencanaan yang sangat terperinci tentang segala sesuatu  yang akan dicari melalui penelitian singkat itu.
  4. Complete observer. Peneliti tidak berpartisipasi tetapi menempatkan dirinya sebagai orang luar sama sekali dan subyek yang diselidiki tidak menyadari bahwa mereka sedang diselidiki. Teknik ini dapat terstruktur atau tidak.
Kelemahan teknik observasi ini ialah bahwa diberitahukan atau tidak namun kehadiran peneliti ditengah-tengah kelompok yang diselidiki itu akan mempengaruhi tingkah laku subyek yang diselidiki itu. Lagi pula tidak semua tingkah laku dapat diamati dengan teknik ini. Seperti tingkah laku seksual misalnya.

1.    EXEMPLAR
Pendekatan behaviorisme dalam ilmu sosial sudah dikenal sejak lama, khususnya psikologi. Kebangkitannya di seluruh cabang ilmu sosial di zaman modern, ditemukan dalam karya B.F. Skinner, yang sekaligus pemuka exemplar paradigma ini. Melalui karya itu skinner mencoba menerjemahkan prinsip-prinsip psikologi aliran behaviorisme kedalam sosiologi. Teori, gagasan dan praktek yang dilakukannya telah memegang peranan penting dalam pengembangan sosiologi behavior.

Skinner melihat kedua paradigma fakta sosial dan definisi sosial sebagai perspektif yang bersifat mistik, dalam arti mengandung sesuatu persoalan yang bersifat teka-teki, tidak dapat diterangkan secara rasional. Kritik skinner ini tertuju kepada masalah yang substansial dari kedua paradigma itu, yakni eksistensi obyek studinya sendiri. Menurut Skinner, kedua paradigma itu membangun obyek studi berupa sesuatu yang bersifat mistik.

Ide pengembangan paradigma perilaku sosial ini dari awal sudah dimaksudkan untuk menyerang kedua paradigma lainnya. Karena itu tidak mengherankan bila perbedaan pandangan antara paradigma perilaku sosial dengan kedua paradigma lainnya itu merupakan sesuatu yang tidak dapat terelakkan.

Dalam bukunya Beyond Freedom and Dignity Skinner menyerang langsung paradigma definisi sosial dan secara tak langsung terhadap paradigma fakta sosial, seperti yang tercermin dalam uraian berikut. Konsep yang didefinisikan oleh paradigma fakta sosial dinilainya mengandung ide yang bersifat tradisional khususnya mengenai nilai-nilai sosial. Menurutnya pengertian kultur yang diciptakan itu tak perlu disertai dengan unsure mistik seperti ide dan nilai sosial itu. Alasannya karena orang tidak dapat melihat secara nyata ide dan nilai-nilai dalam mempelajari masyarakat. Yang jelas terlihat adalah bagimana manusia hidup, memelihara anaknya, cara berpakaian, mengatur kehidupan bersamanya dan sebagainya.
2.    POKOK PERSOALAN
Paradigma perilaku sosial memusatkan perhatiannya kepada antar hubungan antara individu dan lingkungannya.
Lingkungan itu terdiri atas:
a)    Bermacam-macam obyek sosial
b)    Bermacam-macam obyek non sosial
Prinsip yang menguasai hubungan antara individu dengan obyek sosial adalah sama dengan prinsip yang menguasai hubungan antara individu dengan obyek non sosial.
  
Penganut paradigma ini memusatkan perhatian kepada proses interaksi. Tetapi secara konseptual berbeda dengan paradigma definisi sosial. Bagi paradigma definisi sosial, actor adalah dinamis dan mempunyai kekuatan kreatif di dalam interaksi. Actor tidak hanya sekedar penanggap pasif terhadap stimulus tetapi menginterpretasikan stimulus yang diterimanya menurut caranya mendefinisikan stimulus yang diterimanya itu. Bagi paradigma perilaku sosial individu kurang sekali memiliki kebebasan.

Perbedaan pandangan antara paradigma perilaku sosial ini dengan paradigma fakta sosial terletak pada sumber pengendalian tingkah laku individu. Bagi paradigma fakta sosial, strutur makroskopik dan pranata-pranata yang mempengaruhi atau yang mengendalikan tingkah laku inidividu, bagi paradigma perilaku sosial persoalannya lalu bergeser. Sampa seberapa jauh faktro struk tru hubungan individu dan terhadap kemungkinan perulangan kembali persoalan ini yang dicoba di jawab oleh teori-teori paradigma prilaku sosial.
3.    TEORI-TEORI PRILAKU SOSIAL
Ada dua teori yang termasuk ke dalam paradigma perilaku sosial 1). Behavioral Sosiologi dan 2). Teori exchange

1)    Teori Behavioral Sosiologi
Teori ini dibangun dalam rangka menerapkan prinsip psikologi perilaku kedalam sosiologi. Teori ini memusatkan perhatiannya kepada hubungan antara akibat dari tingkah laku yang terjadi di dalam lingkungan actor dengan tingkah laku actor.
Konsep dasar behavioral sosiologi yang menjadi pemahamannya adalah “reinforcement” yang dapat diartikan sebagai ganjaran (reward) tak ada sesuatu yang melekat dalam obyek yang dapat menimbulkan ganjaran. Perulangan tingkahlaku tak dapat dirumuskan terlepas dari efeknya terhadap perilaku itu sendiri. Perulangan dirumuskan dalam pengertiannya terhadap actor.
2)    Teori Exchange
Tokoh utamanya adalah George Hofman. Teori ini dibangun dengan maksud sebagai reaksi terhadap paradigma fakta sosial.

Keseluruhan materi teori exchange itu secara garis besarnya dapat dikembalikan kepada lima proposisi George Hofman berikut:
  1. Jika tingkah laku atau kejadian yang sudah lewat dalam konteks stimulus dan situasi tertentu memperoleh ganjaran, maka besar kemungkinan tingkah laku atau kejadian yang mempunyai hubungan stimulus dan situasi yang sama akan terjadi atau dilakukan. Proposisi ini menyangkut hubungan antara apa yang terjadi pada waktu silam dengan yang terjadi pada waktu sekarang.
  2. Menyangkut frekwensi ganjaran yang diterima atas tanggapan atau tingkah laku tertentu dan kemungkinan terjadinya peristiwa yang sama pada waktu sekarang.
  3. Memberikan arti atau nilai kepada tingkah laku yang diarahkan oleh orang lain terhadap actor. Makin bernilai bagi seorang sesuatu tingkah laku orang lain yang ditujukan kepadanya makin besar kemungkinan untuk mengulangi tingkah lakunya itu.
  4. Makin sering orang menerima ganjaran atas tindakannya dari orang lain, makin berkurang nilai dari setiap tindakan yang dilakukan berikutnya
  5. Makin dirugikan seseorang dalam hubungannya dengan orang lain, makin besar kemungkinan orang tersebut akan mengembangkan emosi. Misalnya marah.
4.    METODE
Paradigma perilaku sosial dapat menggunakan metode yang dipergunakan oleh paradigma yang lain seperti kuesioner, interview dan observasi. Namun demikian paradigma ini tidak banyak mempergunakan metode experiment dalam penelitiannya. Keutamaan metode eksperimen adalah memberikan kemungkinan terhadap peneliti untuk mengontrol dengan ketat obyek dan kondisi disekitarnya.  Metode ini memungkinkan pula untuk membuat penilaian atau pengukuran dengan tingkat ketepatan yang tinggi terhadap efek dari perubahan-perubahan tingkah laku actor yang ditimbulkan dengan sengaja didalam eksperimen itu



Perbedaan Antar Paradigma Dalam Ilmu Sosiologi

Ritzer menemukan perbedaan antara ketiga paradigma sosiologi itu bersifat estetis. Perbedaan ini sesuai dengan pengalaman penelitian dilapangan. Berbagai komponen dalam masing-masing paradigma saling menyesuaikan diri kearah hubungan yang makin harmonis.

Keseluruhan pendekatan teoritis dalam masing-masing paradigma diakui sebagai persamaan yang medasar, meskipun terdapat perbedaan dalam orientasi teoritis. Metode yang disukai oleh masing-masing paradigma, jelas sekali salng berpautan dengan masing-masing paradigma. Karena itu menurut Ritzer, paradigma yang ada dalam sosiologi itu saling berhubungan satu sama lain dengan demikian akan melemahkan sebagian besar dasar-dasar perbedaan yang ada sekarang. Ada memang perspektif yang tak dapat dikategorikan. Diantaranya adalah teori penting yang laihir dari aliran Frankfurt yang menentang klasifikasi. Teori ini menggambarkan dasar bagi kemunculan paradigma keempat. Yang lainny adalah semakin meningkatnya arti penting dari aliran biologi dalam sosiologi.

PERBEDAAN PARADIGMA SOSIOLOGI SEKARANG

Sosiologi dewasa ini secara radikal terbagi dalam tiga paradigma yang saling bersaingan. Masing masing berjuang mencapai dominasi. Pada waktu bersamaan ketiganya berkompetisi untuk memperoleh keunggulan dalam sub-area yang berdekatan dalam sosiologi. Tak ada pendukung paradigma tertentu yang bebas dari keritik penganut paradigma lainnya. Adapun yang menjadi implikasi dari kemajemukan paradigma tersebut terhadap sosiologi modern dewasa ini.

PERBEDAAN PARADIGMA SOSIOLOGI DIMASA DATANG

Ritzer menduga sebagian besar sosiolog tidak menyadari ujud perbedaan yang mendasar dalam sosiologi itu. Sebagian besar sosiolog dimasa lalu percaya perbedaan antara teori konflik dan teori fungsionalisme structural merupakan perbedaan yang mendasar dalam sosiologi.

Konklusi paling umum ialah bahwa dalam waktu dekat akan terjadi perdamaian paradigma sosiologi. Dalam waktu singkat nampaknya tak aka nada paradigma dominan dalam sosiologi. Alasannya banyak.
Pertama, jarang terjadi suatu ilmu didominasi oleh satu paradigma saja.
Kedua, meskipun penganut masing-masing paradigma menyatakan mampu menyelesaikan segenap persoalan sosiologi, namun pendekatan mereka rupanya hanya cocok untuk bidang realitas sosial tertentu saja.
Ketiga, dan terpenting, karena kesetiaan yang fanatic penganut paradigma itu terhadap politik dan tujuan paradigmanya masing-masing belum terlihat langkah-langkah yang berarti kearah pengembangan paradigma tunggal sampai saat ini karena kebanyakan sosiolog lebih beketetapan hati terhadap paradigma yang mereka anut daripada pengembangan pemikiran sosiologisnya. Komitmen utama mereka ialah untuk memenangkan paradigma yang mereka anut.

Untuk memahami ketiga paradigma, paradigma fakta sosial, paradigma prilaku sosial dan paradigma defenisi sosial secara mendalam kita harus mempelajari strukturnya, norma-norma dan nilai-niali yang dilipatnya seperti, definisi situasi dan akibat tindakan dari sosiolog penganut masing-masing paradigma itu. Suatu paradigma sosiologi mencakup struktur, institusi, defenisi situasi, tindakan dan kemungkinan perulangan tindakan. Berdasarkan kenyataan ini kita memerlukan seluruh paradigma.

 JEMBATAN PARADIGMA

Menurut Ritzer semua teoritis besar sosiologi sebenarnya mampu menjadi jembatan paradigma. Mereka sedikit banyak mampu bergerak dengan mudah diantara dua atau lebih paradigma yang didiskusikan disini. Ini sama sekali bukan proses yang disadari sekalipun sebagian besar teoritisi itu merasa perlu menerangkan realitas sosial menurut cara yang berlainan. Ada yang mencoba berususan dengan berbagai macam paradigma sekaligus, sementara yang lain berpindah dari satu paradigma ke paradigma lainnya. Yang termasuk jembatan paradigma dalam sosiologi ialah : Durkheim, Weber, Marx dan Parsons.

Secara terperinci kandungan Bab ini dapat disimpulkan sebagai berikut.
  1. Behaviorisme selain disukai banyak sosiolog juga merupakan perspektif utama sosiologi kontemporer. Sebagian besar analisa sosiologi mengabaikan arti penting behaviorisme
  2. Konsepsi umum yang memisahkan antara teori fungsionalisme structural dan teori konflik adalah menyesatkan. Kedua teori ini lebih banyak unsure persamaanya ketimbang perbedaanya, karena keduanya tercakup kedalam satu paradigma
  3. Implikasi lain ialah adanya hubungan antara teori dan metode yang selalu dikira dipraktekan secara terpisah satu sama lain. Umumnya terdapat keselarasan antara teori dan metode
  4. Ada irrasionalitas dalam sosiologi, kebanyakan sosiolog yang terlibat dalam pekerjaan teoritis dan metodologi tidak memahami kaitan erat antar keduanya.
  5. Pertentangan antar paradigma sosiologi sangat bersifat politik. Tiap paradigma bersaing disetiap bidang sosiologi. Kebanyakan upaya semata-msata untuk menyerang lawan dari paradigma lain dengan berondongan kata-kata yang berlebih-lebihan.

Pengertian Paradigma Sosiologi - George Ritzer

Kajian ini berusaha membahas beberapa permasalahan sebagai berikut: Apa yang dimaksudkan dengan paradigma sosiologi itu? Apa sebab timbulnya paradigma dalam sosiologi ? Bagaimana hubungan antara paradigma yang satu dengan paradigma yang lain? Inilah beberapa masalah yang dibahas dalam uraian berikut ini.

Disadur dari buku Sosiologi Ilmu Berparadigma Ganda - George Ritzer, setiap babnya terbagi kedalam beberapa post yang bisa dilihat di halaman bawah.

Istilah paradigma pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Khuhn dengan karyanya The structure of Scientific Revolution (1962). Konsep paradigma yang di populerkan oleh Robert Friedrichs melalui bukunya  Sosiology of Sosiology  (1970) yang kemudian selanjutnya di ikuti oleh Lodahl dan Cordon (1972), Philips (1973), Effrat (1972) serta Friedrichs sendiri (1972a) dan (1972 b)

Paradigma merupakan terminologi kunci dalam model perkembangan ilmu pengetahuan yang diperkanalkan Kuhn. Tapi sayangnya ia tidak merumuskan dengan jelas tentang apa yang dimaksudkannya dengan paradigma itu. Malahan istilah paradigma yang dipergunakan tak kurang dari dua puluh satu cara yang berbeda. Masterman mencoba meredusir kedua puluh satu konsep paradigma Kuhn yang berbeda beda itu menjadi tiga tipe. Yaitu:

1.    Paradigma Metafisik (metaphysical paradigma) memerankan beberapa fungsi:

  • Menunjukan kepada sesuatu yang ada (dan sesuatu yang tidak ada) yang menjadi pusat perhatian dari suatu komunitas ilmuwan tertentu.
  • Menunjuk kepada komunitas ilmuwan tertentu yang memusatkan perhatian mereka untuk menemukan sesuatu yang ada yang menjadi pusat perhatian mereka.
  • Menunjuk kepada ilmuwan yang berharap untuk menemukan sesuatu yang sungguh-sungguh ada yang menjadi pusat perhatian dari disiplin ilmu mereka.
Dengan demikian paradigman metafisik ini merupakan konsenus yang terluas dalam suatu disiplin ilmu, yang membantu membatasi bidang (scope) dari suatu ilmu sehingga dengan demikian membantu mengarahkan komunitas ilmuwan dengan melakukan penyelidikannya.

2.    Paradigma Sosiologi (Sociological Paradigma)

Paradigm sosiologi ini sangat mirip dengan konsep exemplar dari Thomas Khun. Khun mendiskusikan keanekaragaman fenomena yang mencakup dalam pengertian seperti: kebiasaan-kebiasaan nyata, keputusan-keputusan hokum yang diterima, hasil-hasil nyata perkembangan ilmu pengetahuan, serta hasil-hasil penemuan ilmu pengetahuan yang diterima secara umum.

3.    Paradigma Konstruk ( Construct Paradigma)

Paradigma konstruk adalah konsep yang paling sempit di antara ketiga tipe paradigman yang di kemukankan oleh Masterman di atas. Di contohkannya pembanguan reactor nuklir memainkan peranan sebagai paradigma dalam ilmu nuklir.

Sampai sedemikian jauh masih belum diperoleh suatu pengertian yang jelas tentang apa yang dimaksudkan dengan paradigma itu. Robert Friedrich adalah orang pertama yang mencoba merumuskan pengertian paradigma ini secara lebih jelas. Dalam upayanya menganalisa perkembangan sosiologi dari perspektif paradigma ini, ia merumuskan paradigma:
Sebagai suatu pandangan mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang nmenjadi pokok persoalan (Subject Matter) yang semestinya di pelajari ( a fundamental image a discipline has of its subject matter).
George Ritzer, dengan mensintesakan pengertian paradigma yang telah dikemukakan oleh Kuhn, Masterman dan Friedrich, mencoba merumuskan pengertian paradigma itu secara lebih jelas dan terperinci tentang apa ya yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan (discipline).
Paradigma membantu merumuskan tentang apa yang harus dipelajari, persoalan-persoalan apa yang mesti dijawab, bagaimana seharusnya menjawabnya, serta aturan-aturan apa yang  harus diikuti dalam menginterpretasikan informasi yang dikumpulkan dalam rangka menjawab persoalan-persoalan tersebut.
Mengapa timbul berbagai macam paradigma dalam sosiologi?, factor apa yang membedakan atau menyebabkannya berbeda? Persoalan diatas menurut George Ritzer disebabkan karena tiga factor.
  1. Karena dari semula pandangan filsafat yang mendasari pemikiran ilmuwan tentang apa yang semestinya menjadi substansi dari cabang ilmu yang dipelajari itu berbeda. Dengan demikian, asumsi atau aksiomanya menjadi berbeda antara kelompok ilmuwan yang satu dengan kelompok ilmuwan yang lain. 
  2. Sebagai konsekuensi logis dari pandangan filsafat yang berbeda itu maka teori-teori yang dibangun dan dikembangkan oleh masing-masing komunitgas ilmuwan itu berbeda. Pada masing-masing komunitas ilmuwan berusaha bukan saja untuk mempertahankan kebenaran teorinya tetapi juga berusaha melancarkan kecaman terhadap kelemahan teori dari komunitas ilmuwan yang lain. 
  3. Dominasi , perbedaan teori melahirkan beberapa golongan komunitas yang saling untuk mendapatkan dominasi dari paradigma yang di anut masing-masing. Dukungan terhadap suatu paradigma menjadi lebih banya didasarkan atas pertimbangan politis di banding kan dengan pertimbangan obyektif ilmiah. Mereka yang mengganut paradigma yang dominan akan mendapatkan alokasi kekuasaan yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang menganut paradigma yang kurang dominan.Dengan demikian dilapangan ilmu pengetahuanm system nilai (value system) juga turut berpengaruh di samping obyektifitas.
Ritzer menilai bahwa sosiologi itu terdiri atas kelipatan beberapa paradigma (multiple paradigma). Pergulatan pemikiran tersebut terjema juga dalam exemplar, teori-teori, metode serta perangkat yang digunakan masing-masing komunitas ilmuwan yang termasuk kedalam paradigma tertentu. Pergulatan pemikirian sedemikian itulah yang menandai pertumbuhan dan perkembangan sosiologi sejak awal hingga kedudukannya seperti sekarang.

kamus sosiologi



A

Abangan
Golongan masyarakat yang menganut agama islam, tetapi tidak melaksanakan ajaran agama secara keseluruhan.
Abstrak
Merupakan gambaran singkat tentang isi keselurahan laporan penelitian.
Abstrak
Tidak berwujud, tidak berbentuk.
Accomodation
Proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan
Achieved Status
merupakan status atau kedudukan seseorang yang di peroleh melalui usaha-usaha yang disengaja.
Acting Lawless Crowds
Kerumunan yang mempunyai tujuan tertentu dengan
Adat Istiadat
Pola perilaku anggota masyarakat dalam memenuhi semua kebutuhan pokoknya.
Adat
Suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat.
Agama
Sistem terpadu (susunan) yang terdiri atas kepercayaan dan praktek yng berhubunan dengan hal-hal suci dan bahwa kepercayan dan praktek tersebut mempersatukan semua orang yang beriman kedalam suatu komunitas yang dinamakan umat.
Agent of Change
Seseorang atau kelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk menjadi pemimpin satu atau lebih lembaga kemasyarakatan.
Akomodasi
Penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
Aksi Antisosial
Suatu aksi yang menempatkan kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok tertentu diatas kepentingan umum.
Akulturasi Budaya
Proses pencampuran dua unsur buday atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama.
Akulturasi
Percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi
Ambiguitas
Kemungkinan yang mempunyai dua pengertian; ketidaktentuan atau ketidakjelasan.
Angket
Daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian.


Anti Konformitas
Suatu pelanggaran terhadap norma-norma dan nilai –nilai sosial yang disengaja oleh individu atau sekelompok orang.
Antisosial Grudge
Rasa sakit hati atau dandam terhadap masyarakat atau terhadaap aturan sosialtertentu sehingga menimbulkan perilaku menyeleweng.
Antropologi
Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keanekaragaman makhluk manusia beserta dengan kebudayaannya.
Apatis
Acuh tak acuh; tidak peduli; masa bodoh.
Applied Science
Ilmu terapan.
Apresiasi
Harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yag aka datang.
Arbitration
Akomodasi dengan mengunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak yang bertikai.
Arbritasi
Usaha perantara dalam meleraikan sengketa.
Artikel Ilmiah
Laporan yang berisi intisari dari laporan lengkap.

Ascribed Status
Merupakan kedudukan yang diperoleh seseorang melalui kelahiran.
Asimilasi Budaya
Percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya baru yang serasi.
Asimilasi
Percampuran antara dua hal atau lebih secara homogen.
Askripsi
Cara untuk memperoleh kedudukan melalui keturunan.
Asosiasi
Perhimpunan orang-orang yang mempunyi kepenting yang sama.
Asosiasi
Perkumpulan orang yang mempunyai kepentingan bersama.
Assigned Status
Merupakan status atau kedudukan yang diberikan kepada seseorang karena dianggap berjasa.
Asumsi
Alternatif jawaban dari suatu masalah.
Audience
Pengujung atau pendengar suatu ceramah.



Avunkulokal
Pasangan pengantin baru yang bertempat tinggal di rumah saudara laki laki ibu dari pihak suami.

B

Basic Institution
Lembaga sosial yang dianggap sangat penting untuk memelihara atau mempertahankan tata tertib dalam masyarakat, bertempat tinggal berdekatan sehingga dapat saling menolong.
Bilokal
Pengantin baru yang menetap secara bergantian antara tempat kerabat istri dan kerabat suami.
Biologis
Berhubungan dengan keadaan dan sifat makhluk hidup.

C

Celaan
Merupakan tindakan kritik atau tuduhan terhadap suatu pandangan,sikap,dan perilaku yang tidak sejalan pada umumnya.
Ciciliation
Usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui cara-cara yang damai dan rasional.
Civilization
Peradaban.


Coercion
Akomodasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan paksaan.
Commonplace
Tindakan yang lazim.
Community
Masyarakat setempat.
Compromise
Akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat diminta dapat mengurangi tuntutannya agar perselisihan dapat diselesaikan.
Concugal Family
Keluarga yang dibentuk berdasarkan hubungan perkawinan atau kehidupan bersama antara sepasang suami istri yang sah akibat pernikahan.
Connubium Asimetris
Hubungan perkawinan terdiri antara klan yang hanya
Connubium simetris
Hubungan perkawinan antara dua klan secara timbal balik.
Consequence Family
Keluarga yang dibentuk berdasarkan pada hubungan darah dari sejumlah orang dalam kerabat.
Cooperation
Bekerja sama.
Cresive Institution
Lembaga sosial yang tumbuh dalam adat istiadat masyarakat sehingga menjadi lembaga sosial utama di dalam masyarakat itu.
Crowd
Kerumunan.

Cultural Lag
Adanya unsur-unsur dalam masyarakat yang berubah secara cepat, tapi beberapa unsur-unsur itu berkaitan erat dengan unsur-unsur yang berubah dengan sangat lambat.
Cultural Shock
Suatu kondisi ketika terjadi goncangan jawa atau mental seseorang atau sekelompok orang akibat belum adanya kesanggupan menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang berbeda jauh dengan kebudayaannya dan datang secara tiba-tiba.
Custom
Adat istiadat yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu dengan kehidupan masyarakat dalam masyarakat.

D

Data Empiris
Data realita di lapangan.
Data Etnografi
Data-data mengenai suku bangsa tertentu.
Data Primer
data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap objek penelitian tanpa melalui perantara.

Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh peneliti melalui perantara (kolektor).
Data sosial
Semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan.
Demografi
Ilmu tentang susunan, jumlah dan perkembangan penduduk; ilmu yang memberikan uraian atau gambaran statistik yang mengenai suku bangsa yang dilihat dari sudut sosial politik; ilmu kependudukan.
Demoralisasi
Penurunan kualitas moral dengan pergaulan hidup, tetapi tanpa tuhuan tertentu.
Desain Penelitian
Semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian.
Desentralisasi
sistem pemerintahan yang lebih banyak memberikan kekuasaan kepad pemerintah daerah.
Desersi
Perbuatan) lari meninggalkan dinas ketentaraan; pembelotan kepada musuh; perbuatan lari dan memihak kepada musuh.
Destruktif
Bersifat merusak; memusnahkan; menghancurkan.

Diferensiasi Sosial
Pembedaan penduduk atau masyarakat yang sifatnya betingkat.
Difusi
proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dan sejarah keseluruh dunia bersamaan dengan terjadinya proses penyebaran dan migrasi kelompok-kelompok manusia di muka bumi.
Dikotomi
pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan.
Dinamika Sosial
Gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut.
Dinamis
penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut.
Diskriminasi
Pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara.
Diskusi Kelas
Sebuah seminar kecil yang dilakukan oleh siswa-siswa dalam kelasnya masing-masing.
Diskusi Panel
Diskusi yang dilakukn oleh sekelompok orang guna membahas suatu topik yang menjadi perhatian umum dengan menghadirkan beberapa ahli dalam bidang yang dijadikan topik diskusi.
Disorganisasi
Proses memudarnya atau melemahnya norma-norma dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat karena adnya perubahan sosial dan perubahan budaya.
Diverse
bermacam-macam.
Doktrin
suatu penentu sifat hubungan antar sesama dan hubungan antara manusia dengan Tuhan.
Dokumenter
Metode Pengumpulan data dengan cara mengambil data dari arsip.
E
Editing
suatu kegiatan meneliti dan memeriksa kembali data- data yang telah dikumpulkan dari lapangan, terutama yang didapat dari kuesioner.
Ejekan
Tindakan membicarakan seseorang dengan menggunakan kata-kata kiasan,perumpamaan,atau kata-kata yang berlebihan,serta bermakna negatif.
Ejudication
Suatu penyelesaian sengketa melalui peradilan.


Ekologis
Ilmu tentang hubungan penduduk dengan lingkunan alam, teknologi dan masyarakat manusia.
Eksistensi
keberadaan.
Ekskusivitas
Kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat.
Eksogami
Pernikahan yang dilakukan dengan seseorang di luar lingkungannya.
Eksperimen Laboratorium
Pengamatan yang dilakukan di luar laboratorium dan peneliti memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada objek secara umum, kemudian diamati hasilnya.
Eksplisit
Nyata atau realistis.
Eliminasi
pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik karena mengalah.
Elite
Kelompok kecil orang-orang yang terpandang atau berderajat tinggi.
Empati
keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok yang lain.

Empiris
Ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
Enacted Institution
Lembaga sosial yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu yang berakar dari kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat.
Endemik
Penyakit yang terjangkit di suatu daerah tertentu; secara tepat terdapat di tempat-tempat atau kalangan orang-orang tertentu atau pada golongan suatu masyarakat.
Endogami
Pernikahan yang dilakukan dengan seseorang yang berasal dari lingkungannya sendiri.
Etiket
Tata cara dalam masyarakat dan sopan santun dalam upaya memelihara hubungan baikantara sesama manusia.
Etnis
Bertalian dengan kelompok soaial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertntu karena keturunan, adat, agama dan bahasa.
Etnosentrisme
Sikap atau pandagan yang berpagkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain.
Evolusi
Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama dan ada serangkaian perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat pula.
Extended Family
keluarga luas.
F
Fakta
Suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku, waktu dan tempat serta peristiwanya.
Faktual
seorang penelti harus bekerja berdasarkan fakta yang diperoleh, bukan berdasarkan obsesi, harapan atau angan angan yang bersifat abstrak.
Family Counseling
Bimbingan keluarga.
Fanatisme
Keyakinan yang terlalu kuat terhadap ajaran.
Fenomena Alam
Semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang terjadi dalam masyarakat.
Feodal
Berhubungan dengan susunan masyarakat yang dikuasai oleh kaum bangsawan.
Folkways
Kebiasaan yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang.
Formal
Resmi; sesuai dengan peraturan yang sah.
Fundamental
Bersifat dasar.
Fundamentalisme
paham yang cenderung untuk memperjuangkan sesuatu secara radikal.

Fungsi Laten
Fungsi lembaga yang tidak disadari oleh masyarakat atau hanya disadari oleh orang tertentu tetapi berpengaruh besar bagi perkembangan masyarakat.
Fungsi Manifes
Fungsi lembaga yang disadari, maksudnya suatu lembaga mempunyai fungsi yang oleh banyak orang dipandang dan diharapkan akan dipenuhi oleh lembaga itu.
G
Game Stage
merupakan tahap peniruan yang dilakukan mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran.
Gemeinschaft (Paguyuban)
merupakan kelompok sosial yang anggota-anggotanya
Gemeinschaft by Blood
yaitu paguyuban yang terjadi karena ikatan darah.
Gemeinschaft of Mind
merupakan paguyuban atas dasar ideologi.

Gemeinschaft of Place
merupakan paguyuban yang terdiri diri orang-orang yang
Gencatan senjata
penangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu.
Gender
Jenis kelamin; pembedaan peranan pria dan wanita yang dibentuk oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.
Generalized Stage
merupakan tahap penerimaan norma kolektif dan pada tahaap ini seseorang telah dianggap dewasa generasi.
Genjatan Senjata
Penghentian tembak menembak.
Genom
satu gugus kromosom yang selaras dengan segugus sel dari suatu jenis.
Geografis
Berhubungan dengan ilmu tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora dan fauna.
Gessellscheft (Patembayan)
merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk waktu yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka.
Global
meliputi seluruh dunia.

Globalisasi
proses masuknya ruang lingkup dunia.
Globalisasi
Suatu proses atau tatanan yang menyebabkan seseorang, sekelpmpok orang, atau suatu negara saling dihubungkan dalam masyarakat atau negara lain akibat kemajuan teknologi, komunikasi di seluruh penjuru dunia.
Gosip
informasi yang menyebar secara cepat dan tidak berdasarkan fakta atau bukti-bukti yang kuat.
Gregariousness
Binatang yang mempunyai sifat hidup berkelompok.
Grounded Research
Penelitian yang didasarka pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan, serta bertujuan untuk mengadakan generekisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan dan mengemukakan teori dimana pengumpulan data dan analisis data berjaln pada waktu yang bersamaan.
H
Hegemoni
pengaruh kepemimpinan, dominasi, kekuasaan suatu negara atas negara lain.




Heterogami
pernikahan yang terjadi antara pria dan wanita dari dua keluarga yang berlainan lapisan sosialnya.
Heterogen
Terdiri dari berbagai unsur yang berbeda sifat atau berlainan jenis; beraneka ragam.
Hipotesa
Jawaban sementara dari suatu masalah.
Historis
bersejarah.

Homo seksual
hubungan seksual yang dilakuka sesama laki- laki.
Homogami
pernikahan yang terjadi pria dan perempuan yang berasal dari lapisan atau kedudukan sosial yang sama.
Homogen
Terdiri atas berbagai unsur yang sama.
I
Identifikasi
kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.
Ilmu Pengetahuan
Himpunan pengetahun-pengetahuan yang tersusun secara sistematis.



Imitasi
tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan.
Immoral Lawless Crowds
kerumunan yang segala tindakannya berlawanan
Implisit
Tersembunyi atau abstrak.
In group
Kelompok sendiri.
Inces Taboo
Larangan melakukan perkawinan denga keluarga yang sangat dekat.
Inconvenient Causal Crowds
kerumunan yang bersifat terlalu sementara yang ingin mempergunakan fasilitas-fasilitas sama.
Indikasi
petujuk, tanda-tanda yang menarik perhatian.
Industrialisasi
usaha menggalakan industri dalam suatu negara.
Informal
Tidak resmi.
Inklusif
termasuk atau terhitung.
Inovasi
Proses atau rangkaian penemuan, pengembangan, dan persebaran suatu hasil kebudayaan.
Instituation
masyarakat kadang-kadang tidak berhasil memberantasnya.
Integrasi Bangsa
penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam suatu wilayah dan pembentukan suatu identitas nasional.
Intelektualita
Kecakapan berpikir.
Intensitas
keadaan tingkatan atau ukuran intensnya.
Interaksi Sosial
Hubungan sosial yang dinamis antarindividu atau antar kelompok atau hubungan antara individu dengan kelompok

Interaksi Sosial
Hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu, antar kelompok dan antar individu dengan kelompok.
Interpenden
saling tergantung.
Interrelasi
Diantara beberapa hubungan.
Interview
Metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden.
J
Joint-venture
kerja sama dalam pengusahaan proyek tertentu.
K
Kapitalisme
sistem dan paham ekonomi yang modalnya bersumber pada modal pribadi atau perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas.
Kasta
Golongan manusia di masyarakat beragama hindu.
Kaum Borjuis
kelas yang terdiri dari orang-orang yang menguasai alat-alat produksi dan modal.
Kaum Proletar
kelas yang terdiri dari orang-orang yang tidak mempunyai alat produksi dan modal sehingga dieksploitasi untuk kepentingan kaum kapitalis.
Keajegan
suatu kondisi keteraturan yang tetap dan tidak berubah sebagai hasi dari hubungan antara tindakan, nilai dan norma sosial yang berlangsung secara terus menerus.
Kebiasaan
Cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani dan dilaksanakan secara berulang-ulang.
Kebudayaan
Semua benda baik abstrak maupun konkrit yang merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat.

Kebutuhan Hidup
Kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial dan kebutuhan integratif.
Kebutuhan Integratif
Kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari hakekat manusia sebagai manusia makhluk pemikir dan bermoral.
Kebutuhan Mendasar
Kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakekat manusia sebagai manusia sebagai makhluk hidup.
Kebutuhan Sosial
Kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan bersama dengan manusia yang lain.
Kejahatan Kerah Putih
kejahatan yang mengacu pada kejahatan yang dilakukan oleh orang terpandang atau orang yang berstatus tinggi dalam rangka pekerjaanya.
Kejahatan Korporat
kejahatan yang ilakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian.
Kejahatan tanpa korban
kejahatan yang tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain.

Kejahatan Terorganisasi
Kejahatan yang pelakunya merupakan komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum.
Kekerasan Agresif
kekerasan yang dilakukan untuk medapatkan sesuatu.
Kekerasan Defensif
kekerasan untuk melindungi diri.
Kekerasan Terbuka
kekerasan yang dapat dilihat.
Kekerasan Tertutup
kekerasan tersembunyi atau yang secara tidak langsung dilakukan.
Kelompok Okupasional
berhubungan dngan pekerjaan atau tugas seseorang.
Kelompok sosial
Kumpulan manusia yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lain, tetapi tidak terikat dalam ikatan oranisasi.
Keluarga Batih
Keluarga yang anggotanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak-anaknya yang belum menikah, termasuk juga anak-anak angkat atau anak tiri yang belum menikah.
Keluarga Luas
Keluarga inti yang diperluas keanggotaannya.
Keluarga
Satu kesatuan norma dan tatacara yang diterima untuk menyelesaikan berbagai tugas penting dalam masyarakat.
Keluarga
Satuan sosial yang terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
Kemiskinan
suatu keadaan ketika seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
Kenakalan Remaja
Perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang belum dewasa.
Kenyataan
Segala sesuatu yang benar-benar ada yang dapat dilihat dan dapat diraba.
Kepribadian
Generalisasi dari perilaku khas seseorang.
Kerabat
Satuan sosial yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai persamaan darah dan keturunan.
Kerja Sama (cooperation)
suatu usaha ersama antara orang per orangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.


Kerja sama kontrak
kerjasama atas dasar syarat-syarat atau ketetapan tertentu, yang disepakati bersama.
Kerja sama langsung
kerjasama sebagai hasil dari perintah atasan kepada bawahan atau penguasa terhadap rakatnya.
Kerja sama spontan
kerjasama yang terjadi secara serta-merta.
Kerja sama tradisional
kerjasama sebagian atau unsur-unsur tertentu dari sistem sosial.
Kesatuan Sosial
bagian-bagian dalam masyarakat.
Ketahanan Nasional
Kemampuan suatu bangsa untuk mengatasi segala hambatannya.
Keteraturan Sosial
Suatu keadaan dimana individu-individu di dalam masyarakat telah mampu berbuat sebagaimana nilai dan norma yang ada yaitu telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya.
Klasifikasi
penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan.
Klik
kelompok kecil orang tanpa struktur formal yang mempunyai pandangan atau kepentingan bersama.
Knowledge
Pengetahuan tentang suatu hal,
Koalisi
kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.
Koefisien Korelasi
Derajat atau tingkat hubungan antara dua fariabel diukur dengan indeks korelasi.
Kohesi
hubungan yang erat; perpaduan yang kokoh.
Kolektor
Pihak yang menghimpun data (lurah, camat, badan pusat statistik, wold population).
Komparasi
Membandingkan.
Kompeten
seorang peneliti yang baik memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik penelitian tertentu.
Kompetisi
Suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan.
Kompromi
Persetujuan dengan jalan danai atau saling mengurangi tuntutan.
Kompulsi(paksaan)
keadaan yang disengaja diciptakan sehingga seseorang seseorang terpakssa menuruti atau mengubah sifatnya,dan menghasilkan suatu kepatuhan yang sifatnya tidak langsung.
Komunikasi
hubungan; kontak; pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Komunitas
kelompopk organisme yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban.
Konfersi
penyelesaian konflik dimana salah satu pihak bersedia mengalah da mau menerima pendirian pihak lain.
Konflik Antarindividu
merupakan konflik yang terjadi antara seseorang dengan satu
Konflik Antarkelompok
konflik yang banyak dijumpai dalam kenyataan hidup manusia sebagai makhluk sosial.
Konflik Budaya
merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan budaya dari pihak-pihak yang berkonflik.

Konflik Destruktif
merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang, rasa benci dan dendam dari seseorang ataupun kelompok terhadap pihak lain.

Konflik Diagonal
merupakan konflik yang terjadi karena adanya ketidakadilan alokasi sumber daya keseluruh organisasi sehingga menimbulkan pertentngan yannng ekstrim.
Konflik Ekonomi
merupakan konflik akibat adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pihak yang berkonflik.
Konflik Horizontal
merupakan konflik yang terjadi antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan yang relatif sama.
Konflik Ideologi
merupaka konflik yang terjadi akibat adanya perbedaan paham yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang.
Konflik Interindividu
merupakan tipe yang paling erat kaitannya dengan emosi individu hingga tingkat keresahan yang peling tinggi.
Konflik Konstruktif
merupakan konflik yang muncul karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu permasalahan.

Konflik Politik
merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan.
Konflik Sosial
Pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan.
Konflik Terbuka
merupakan konflik yang diketahui oleh semua pihak.
Konflik Tertutup
merupakan konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang atau kelompok yang terlibat konflik.
Konflik Vertikal
merupakan konflik antarkomponen masyarakat di dalam satu struktur yang memiliki hierarki.
Konflik
Suatu bentuk interaksi sosial dimana masing-masng pihak saling menghancurkan.
Konkuren
lawan bersaing; persaingan.
Konsensus
kesempatan kata permufakatan bersama yang dicapai melalui kebulatan suara.
Konsentrasi
pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal.
Konsep Dasar
Konsep yang pokok dan penting.

Konsep
Himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah.
Konsiliasi
Usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih utuk mencapai persetujan dalam menyelesaikan perselisihan tersebut.
Konstan
tetap tidak berubah.
Konstuktif
Bersifat membina; memperbaiki; membangun.
Kontrafersi
Suatu bentuk komunikasi antara pihak dengan pihak, dimana masing-masing saling tidak saling menyukai.
Kontravensi
merupakan proses sosial yang ditandai oleh adanya ketidakpastian,keraguan,penolakan,dan penyangkaalan yang tidak diungkapkan secara terbuka.
Konvensi
aturan atau praktik berdasarkan persetujuan umum dan dipertahankan oleh masyarakat secara umum.
Kooptasi
proses penerimaan unsur- unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik organisasi sebagai satu satunya cara untuk menghindari konflik yang bisa mengguncang organisasi.
Kosmopolitan
mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas terjadi dari orang-orang atau unsur-unsur yang berasal dari berbagai penjuru dunia.
Kronologis
Urutan kejadian.
Kuesioner
Sekumpulan pertanyaan yang butir-butirnya berhubungan dengan masalah penelitian dan mempunyai makna guna menguji hipotesis.
Kultural
Semua hasil cipta, rasa dan karya manusia dalam hidup bermasyarakat.
Kumpul Kebo
hidup seperti suami istri tanpa nikah.
Kumulatif
disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama.
L
Labelling
pemberian julukan, cap atau merek yang diberikan masyarakat kepada seseorang.
Lembaga Politik
Bermacam-macam kegiatan masyarakat dalam suatu wilayah negar yang menyangkut proses-proses penentuan dan pelaksanaan dan kehidupan bernegara.
Lembaga Sosial
Seperangkat aturan yang berisi nilai-nilai dan norma sosial untuk mengatur kegiatan dan kebutuhan sosial tertentu.

Lembaga
adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting.
Lesbianisme
hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita.
Lingkungan kerja
Lingkunan sosal dimana seseorang bekerja.
Logika
Pertimbangan akal pikir manusia.
Lokal
setempat; di suatu tempat.
M
Mainstream
suatu budaya yang mendominasi masyarakat; budaya aliran utama yang diikuti dalam suatu masyarakat.
Majemuk
Terdiri atas beberapa bagian yang merupakan satu kesatuan.
Marriage
Pernikahan.
Masalah Sosial
Gejala kehidupan sosisl yang tidak normal.
Masalah
Suatu keadaan yang tidak bersesuaian dengan apa yang diinginkan, atau dengan kata lain masalah adalah ketidaksesuaian antara keinginan dengan kenyataan yang ada.

Masyarakat
Persekutuan orang-orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma tertentu.
Matrilokal
pasangan pengantin yang bertempat tinggal disekitar pusat kediaman kerabat istri.
Media Masa
Sarana komunikasi antar orang dalam masyarakat.
Media Sosialisasi
Sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang.
Mediation
Akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai penengah, tetapi pihak ketiga tidak mempunyai otoritas untuk mengikat dan memaksa kedua belah pihak yang bertikai.
Mekanisasi
penggantian dan pengunaan tenaga mesin dan sarana-sarana teknik lainnya untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan melihat suatu peristiwa tertentu.
Membership Group
merupakan kelompok sosial yang setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal mempunyai peluang yang sama untuk dimasukkan ke dalam sampel mempunyai satu garis keturunan, sebagai pemberi gadis atau penerim gadis yang dijadikan istri menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-norma sosial.
Metode Deskriptif Berkesinambungan
Penelitian dilakukan terus menerus sehingga diperoleh pengetahuan yang menyeluruh mengenai masalah, fenomena, dan kekuatan-kekuatan sosial yang diperoleh jika hubungan-hubungan fenomena dikaji dalam suatu periode yang lama.
Metode Deskriptif
Suatu metode penelitian yang meneliti status sekelompok manusia, objek, kondisi, pemikiran, ataupun peristiwa yang ada di masa sekarang.
Metode Dokumenter
Metode penelitian dengan mengambil data dari arsip-arsip.
Metode Historis
Sebuah metode penelitian yang menggunakan catatan observasi atau pengamatan orang lain yang tidak dapat diulang kembali.
Metode Ilmiah
Suatu cara pengejaran atau memperoleh kebenaran yang diatur oleh pertibanga-pertimbangan logis.
Metode Obsefasi
Metode pengumpulan data dengan mengamati secara lengsung di lapangan.

Metode
Cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan.
Mobilitas Antarwilayah
merupakan proses perpindahan status seseorang dari satu wilayah ke wilayah yang lain.
Mobilitas Intergenerasi
Perpindahan status sosial yang terjadi diantara beberapa
Mobilitas Sosial Horizontal
Perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama.
Mobilitas Sosial
Perubahan kedudukan warga masyarakt dari kelas sosial yang
Mobilitas Vertikal
Adalah perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok orang pada lapisan sosial yang berbeda.
Mobillitas Antargenerasi
merupakan perpipndahan status atau kedudukan yang terjadi dalam dua generasi atau lebih.
Moblitas Intragenerasi
Perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama.
Modernisasi
Proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat modern.
Monogami
pernikahan antara seorang pria dengan seorang perempuan saja.
Monokulturalitas
satu kebudayaan.
Monolitik
mempunyai sifat seperti kesatuan terorganisasi yang membentuk kekuatan tunggal dan berpengaruh.
Mores
Tata kelakuan yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama.
Motif
alasan seseorang melakukan sesuatu.
Multidimensional
mempunyai berbagai dimensi.
Multikulturalisme
gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan.
Multikulturalitas
keanekaragaman budaya dan kelompok-kelompok sosial dalam suatu masyarakat.
N
Natalokal
pasangan suami istri baru yang tidak tinggal bersama-sama, tetapi masing-masing bertempat tinggal di daerah kelahiran masing-masing, dan hanya berkunjung untuk waktu yang relatif pendek.
Neolokal
pengantin baru yang mencari tempat kediaman baru yang bukan di lingkungan kerabat suami ataupun kerabat istri.
Nilai Kebenaran
Nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia.
Nilai Keindahan
Nilai yang bersumber dari perasaan dan estetika manusia.
Nilai Kerohanian
nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang terdiri dari kebenaran, nilai keindahan, nilai moral dan nilai religius
Nilai Material
Nilai suatu barang yang muncul karena kandungan materinya.
Nilai Moral
Nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang.
Nilai Religius
Nilai kebenaran yang bersumber dari kepercayaan/ agama.
Nilai Sentral
Nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang.


Nilai Sosial
Segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan.
Nilai Vital
Nilai suatu barang yang muncul karena kegunaannya.
Nilai
Segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan yang dicita-citakan oleh masyarakat.
Nonetis
pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
Nonkomplementer
tidak bersifat saling mengisi; tidak bersifat melengkapi.
Norma Agama
Ketentuan-ketentuan dalam agama.
Norma Hukum
Semua bentuk Peraturan yang tertulis yang dibuat oleh lembaga yang berwenang.

Norma Kesusilaan dan Kesopanan
Norma yang mengatur tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain.




Norma Sosial
Semua bentuk peraturan baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat.
Norma
Hukum adat.
Norma
Semua bentuk peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang ada di dalam masyarakat.
O
Objek
hal; perkara atau orang yang menjadi pokok pembicaraan; benda; orang yang dijadikan sasaran untuk diteliti.
Objektif
Sesuai dengan keadaan senyatanya.
Objektif
seorang peneliti harus dapat memisahkan antara pendapat pribadi dengan fakta yang ada.
Observasi langsung
Metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera.
Observasi Partisipan
Metode pengumpulan data dengan cara tinggal bersama-sama responden dalam jangka waktu yang relatif lama.
Observasi
Metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera.
Oligarkhi
Pemerintahan oleh beberapa orang yang merupakan bagian kecil dari masyahrakat.
Operative Institution
Lembaga sosial yang berfungsi untuk menghimpun pola-pola atau tatacara yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau lebih, sifatnya kadanng-kadang substantif.
Order
sistem norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui, dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat.
Organisasi
perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dari desa ke kota.
Orientasi
peninjauan untuk meemtukan sikap yang tepat dan benar.
Otoritas karismatik
otoritas yang didasarkan pada karisma atau kewibawaan seseorang.
Otoritas legal rasional
otoritas yang didasarkan oleh peraturan –peraturan yang dibuat dengan sengaja atas pertimbangan yang masuk akal.
Otoritas tradisional
otoritas yang didasarkan pada tradisi.
Out Group
kelompok luar.


P
Panic Causal Crowds
orang-orang dalam keadaan panik yang sedang berusaha menyelamatkan diri.
Partisipan
orang yang ikut berperan serta dalam suatu kegiatan.
Patriarkat
Sistem pengelompokan sosial yang saangat mementgkan garis keturunan bapak.
Patrilineal
Garis keturunan ayah dengan penghubung laki-lak.
Patrilokal
pasangan pengantin yang bertempat tinggal di sekitar kerabat suami.
Pedagogis
bersifat mendidik.
Pedophilia
memuaskan keinginan seks dengan mengadakan kontak seksual dengan anak –anak.
Pelacuran
suatu pekerjaan informal yang menyerahkan diri kepada umum untuk melakukan perbuatan-perbuatan seksual dengan tujuam mendapat upah.
Penalaran Deduktif
Suatu cara berfikir ilmiah yang bertolak dari pernyataan atau alasan-alasan yang bersifat umum ke pernyataan atau alasan yang bersifat khusus,dengsan menggunakan kaidah logika tertentu.
Penalaran Induktif
Suatu penalaran pernyataan-pernyataan yasng bersifat khusus untuk menentukan kesimppulan atau hukumyang bersifat umum.
Penalaran
Kegiatan berpikir tentang sesuatu secaras sungguh-sungguh dan logis.
Penarikan Sampel Acak
Teknik penarikan sampel dimana semua anggota populasi
Penarikan Sampel Berkelompok
Teknik penarikan sampel dimana satuan sampel yang dipilih bukanlah individu-individu melainkan kelompok individu yang secara alami berada bersama-sama di suatu tempat.
Penarikan Sampel Berlapis
Teknik penarikan sampel yang dilakukan apabila perwujudan populasi terdiri atas sejumlah sub kelompok atau lapisan yang mungkain mempunyai ciri-ciri yang berbeda.
Pendapatan Ilmiah
Gabungan antara penalaran deduktif dan penalaran induktif.
Pendidikan Non Formal
Pendidikan yang berlangsung di luar keluarga, seperti lembaga kursus.


Pendidkan Formal
Pendidikn yang berlangsung di sekolah mulai dari jenjang pra sekolah sampai dengan perguruan tinggi, baik yang bersifat umum maupun yang khusus.
Penelitian Dasar
Pencarian terhadap sesuatu hal karena ada perhatian dan keingintahuan terhadapp hasil suatu aktivitas.
Penelitian experimen
Penelitian yang memanipulasi atau mengontrol situasi ilmiah dengan cara membuat kondisi buatan.
Penelitian Komparatif
Penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mandasar tentag sebab akibat,dengan menganalis faktor-faktor penyebab terjadinya atau munculnya suatu gejala tertentu.
Penelitian Sosial
Upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma.
Penelitian Survei
Merupakan merode penelitian deskriptif yang diadakan untuk memperolh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara nyata,baik tentang institusi sosial,ekonomi,maupun poitik dari suatu daerah.


Penelitian Terapan
Penyelidikan yang hati-hati,sistematis dan terus manerus terhadap suatu masalah untuk segera digunakan bagi keperluan tertentu.
Penelitian Tindakan
Suatu penelitian yang dikembangkan bersama-sama antara peneliti dan pengambil kebijakan tentang variabel-variabel yang dapat dimanipulasi serta dapat segera digunakan untuk menentukan kebijakan dan pembangunan.
Penelitian
Suatu penyelidikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu.
Pengetahuan
Hipotesa atau teori yang telah teruji kebenarannya.
Pengucilan
suatu tindakan pemutusan hubungan sosial oleh masssyarakat atau sekelompok orang terhadap seseorang atau sekelompok kecil orang lainnya.
Pengumpulan Data
Prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diinginkan.
Pera (role)
pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukannya.


Perilaku Menyimpang
Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma.
Pernikahan
Ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Perpustakaan
Tempat yang menampung buku-buku literatur atau referensi.
Persaingan
merupakan suatu proses sosial ketika ada dua pihak atau lebih saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangn tertentu.
Persepsi
Tanggapan langsung dari sesuatu; serapan; proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya.
Pertikaian
merupakan proses sosial bentuk lanjut dari kontravensi.
Pertukaran pasar
pertukaran atau perpindahan barang dari pemilik yang satu ke pemilik yang lainnya.
Perubahan Soaial
perubahan yang terjadi di dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.
Perubahan Sosial Budaya
Semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial budaya
Perubahan Sosial
Perubahan yang terjadi akibat ketidaksesuaian diantara unsur-unsur sosial yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Pervasi(pengisian)
suatu cara penanaman atau pengenalan norma secara berulang-ulang,dengan harapan seseorang dapat sadar sehingga akan mengubah sikapnya.
Perzinahan
hubungan seksual di luar ikah.
Pewarisan Biologis
Pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari leluhurnya.
Pewrisan Budaya
Proses transformasi budaya dari generasi tua kepada generasi muda.
Planed Expressive Group
kerumunan yang tidak mementingkan pusat perhatian, tetapi mempunnyai persamaan tujuan yang tercermin dalam kegiatan kerumunan serta kepuasan yang dihasilkan.
Play Group
Teman sepermainan.
Play Stage
merupakan tahap yang ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak meniru peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.

Plural
jamak, lebih dari satu.
Pola
corak hubungan yang tetap atau ajeg dalam interaksi sosial yang dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok.
Poliandri
seorang perempuan menikah dengan lebih dari satu orang pria.
Polietnis
Terdiri dari banyak etnis.
Poligami
pernikahan antara seorang pria atau perempuan dengan beberapa perempuan atau pria.
Poligini
seorang pria meikah dengan lebih dari satu orang perempuan
Politik Aliran
merupakan keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikellilingi oleh sejumlah organisasi masa baik formal maupun informal.
Populasi
Kelompok besar yang menjadi sasaran generalisasi.
Pranata Sosial
Suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat.


Preilese
hak istimewa, hak mendahului, hak memperoleh perlakuan khusus.
Preparatory Stage
merupakan tahap persiapan yang dialami sejak manusia dilahirkan.
Prestasi
cara untuk memperoleh kedudukan pada lapisan tetentu dengan usaha sendiri.
Prestise
Peranan sosial terhadap kedudukan tertentu; tingkatan tertentu pada posisi-posisi yang dihormati.
Primer
yang pertama; yang terutama; yang pokok.
Primordial
kreatif, tua, yang mula-mula orisinal atau utama.
Primordialisme
Suatu paham yang menganggap kelompoknya lebih tinggi dibandin kelompok lain.
Privilese
Keistimewaan yang diberikan kepada seseorang yang mungkin bersifat positif atau negatif.
Profesionalitas
kemampuan untuk berpindah.
Progresif
Kearah kemajuan; berhaluan ke arah perbaikan dari keadaan sebelumnya.

Property Offenses
kejahatan yang menyangkut hak milik orang lain.
Proses Institusionalized
Proses pelembagaan.
Proses Asosiatif
Proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan atau perhimpunan orang.
Proses Inkulturasi
Proses pembudayaan.
Proses Internalisasi
Proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran seseorang.
Proses Sosial
Proses berlangsungnya suatu aktifitas masyarakat secara komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu.
Publik
orang banyak; semua orang yang datang,
Pure Science
Ilmu murni.
R
Ras
Golongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik.
Rasional
Menurut pikiran dan pertimbangan yang logis, menurut pikiran yang sehat, cocok dengan akal.
Realita Sosial
Keadaan senyatanya didalam masyarakat.
Redistribusi
bentuk perukaran barang yang terjadi ketika barang ada yang masuk ke suatu tempat dulu, baru kemudian didistibusikan kembali ke masyarakat umum.
Reduksi
pengurangan, pemotongan.
Reference Group
merupakan kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang yang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan perilakunya sesuai dengan kelompok acuan.
Referensi
sumber acuan.
Regresif
Bersifat regresi; bersifat mundur.
RegulativeInstitution
Lembaga sosial yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata cara yang tidak menjadi bagian mutlak dari lembaga sosial itu sendiri.
Relefan
kait mengait, bersangkut paut, berguna secara langsung.
Represif
Bersifat menekan, mengekang, menahan atau menindas.
Research Methodology
Metodologi-metodologi dalam penelitian.
Resiprositas Berimbang
cara tukar menukar yang terjadi ketika yang memberi maupun yang menerima dapat menentukan nilai barang yang terlihat pada waktu penyerahan.
Resiprositas Khusus
cara menukar barang yang terjadi ketika antara yang memberi dan yang menerima tidak berhadap hadapan pada saat transaksi dilaksanakan.
Resiprositas umum
cara tukar menukar barang yang terjadi ketika antara yang memberi dan ynag menerima sama- sama terlihat pada waktu penyerahan barang.
Resiprositas
pertukaran barang dan jasa yang kira- kira sama nilai yang didapat antara kedua belah pihak.
Restricted Institution
Lembaga sosial yang diterima oleh sebagian kecil masyarakat saja, atau kelompok-kelompok masyarakat tertentu saja.
Revolusi
Perubahan-perubahan sosial budaya yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut sendi-sendi dasar kehidupan masyarakat.
Ritual
aturan-aturan tertentu yang digunakan dalam pelaksanaan agama yang melambangkan ajaran dan yang mengingatkan manusia pada ajaran tersebut.
Rural Siciologi
Sosiologi pedesaan.
S
Sadisme
pemuasan seks dengan menyakiti orang lain.
Sampel
Bagian dari populasi penelitian yang diplih dengan teknik tertentu.


Sanksi Hukum
Hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang melanggar norma hukum.
Sanksi Sosial
Hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma-norma kesusilaa, kesopanan, adat dan kebiasaan.
Sanksi
Hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan perilaku ke kelas sosial yang lain.
Segmentasi
terbagi-bagi.
Segregasi
masing- masing pihak memisahkan diri dan saling menghindar dalam rangka mengurangi ketegangan.
Sekolah
Lembaga pendidikan yang memberikan pengajaran kepada peserta didik.
Sektarian
Berkaitan dengan penganut suatu aliran.

Sekunder
berkenaan dengan yang kedua atau tingkatan kedua.
Seminar
Pertemuan ilmiah yang dilakukan sekelompok orang atau berupa persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah moderator.
Semu
tampak seperti asli, padahal sama sekali bukan yang sebenarnya.
Sentralisasi
berorientasi ke pusat.
Simpati
Adalah proses seseorang merasa tertarik dengan orang lain.
Simposium
Sejenis diskusi yang diikuti lebih banyak orang dalam bentuk pertemuan ilmiah.
Skala Interval
Skala pengukuran yang memberi jarak interval yang sama dari suatu titik asal yang tidak tetap.
Skala Nominal
Pengukuran dengan menempatkan objek atau individu ke dalam kategori-kategori yang mempunyai perbedaan kualitatif.
Skala Ordinal
Pengukuran posisi atau kedudukan relatif objek atau individu dalam hubungannya dengan suatu atribut tanpa menunjukkan jarak antara posisi-posisi tersebut.
Skala Rasio
Skala pengukuran tertinggi.
Social Behafior
Perilaku sosial.
Social Climbing
Mobilitas yang terjadi adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang.
Social Control
Semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga masyarakat.
Social Mobility
Semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam masyarakat.
Social Psychology
Psikologi sosial.
Social Sinking
Proses penurunan status atau kedudukan seseorang.
Societal Group
kelompok kemasyarakatan.
Sodomi
hubungan seks melalui anus.
Solidaritas Mekanis
tipe solidaritas yang didasarkan atas persamaan.
Solidaritas Organis
Merupakan sistem terpadu dalam organisme yang didasarkan atas keragaman fungsi-fungsi demi kepentingan keseluruhan.
Solidaritas
Solider; sifat satu rasa; perasaan setia kawan.
Sosialisasi
Proses belajar berinteraksi untuk memahami cara-cara berperilaku dalam masyarakat.
Sosial-Sanctioned Institution
Lembaga sosial yang diterima dengan baik oleh masyarakat.
Sosiogeografis
berkenaan dengn segi sosial dan geografis.
Sosiokultural
berkenaan dengan segi sosial dan budaya masyarakat.
Sosiologi
Ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial dalam masyarakat.
Sparatis
Memisahkan diri.
Spectator Causal Crowds
kerumunan yang terjadi karena orang-orang ingin
Spesialisasi
pengadilan dalam suatu cabang ilmu, pekerjaan, kesenian, dsb.
Stalmate
pertikaian dimana kedua belah pihak mempunyai kekuatan yang seimbang, hingga pada akhirnya berhenti pada titik tertentu.
Statis
Keadaan tidak berubah; tidak mau menyesuaikan diri dengan keadaan zaman.
Statistik
catatan angka-angka; data yang berupa angka yang dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala.
Status
Posisi dalam suatu hierarki; suatu wadah bagi hak dan kewajiban; aspek status dari peranan.
Strata
Lapisan; tingkatan dalam masyarakat.
Stratifikasi Sosial Campuran
merupakan stratifikasi sosial yang kemungkinan di dalam masyarakat tidak selalu hanya berifat tertutup dan terbuka melainkan bersifat campuran antara keduanya.
Stratifikasi Sosial Terbuka
merupakan stratifikasi sosial yang setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk naik ke pelapisan sosial yang lebih tinggi.
Stratifikasi Sosial Tertutup
merupakan stratifikasi sosial yang membatasi kemungkinan seseorang untuk pindah dari satu lapisan ke lapisan yang lain.
Stratifikasi Sosial
Pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.
Strong Government
Pemerintah yang kuat.
Struktur Sosial Formal
merupakan bentuk struktur sosial yang diakui oleh pihak yang berwenang.
Struktur Sosial Informal
merupakan struktur sosial yang nyata ada dan berfugsi tetapi tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak yang berwenang.
Struktur Sosial Kaku
merupakan bentuk struktur sosial yang tidak dapat dirubah atau sekurang-kurangnya masyarakat.
Studi Cross-Sectional
suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan dalam jangka waktu tertentu.
Studi Kasus
Penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase khusus atau khas dari keseluruhan kejadian.
Studi Longitudinal
suatu studi yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atas serangkaian pengamatan sebelum dan sesudahnya.
Stuktur Sosial Luwes
merupakan struktur soaial yang setiap anggota masyarakatnya bebas bergerak melakukan perubahan.
Subjucation
pihak yang mempunyai kekuatan besar untuk meminta pihak lain mentaatinya.
Subsidiary Institution
Lembaga sosial yang dianggap kuranng penting.
Sugesti
pemberian pengaruh atau pandangan dari suatu pihak ke pihak lain.
Suku Bangsa
Persatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan, khususnya bahasa.
System of Meaning
perbedaan sistem ide-ide.
System of Behaviour
perbedaan sistem tingkah laku.
T
Tabel Frekuensi
Tabel Yang menyajikan berapa kali sesuatu hal terjadi.
Tabel Induk
Tabel yang berisi semua data yang tersedia secara terperinci.
Technological Change
Perubahan teknologi.
Teori
Suatu himpunan pengertian yang saling berkaitan, batasan dan proposisi yang menyajikan pandangan sistematis tentang gejala-gejala denga jalan menetapkan hubungan yang ada diantara variabel-variabel dan dengan tujuan untuk menjelaskan serta meramalkan gejala-gejala tersebut.
Teoritis
suatu ilmu pengetahuan yang selalu beerusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan.
Tertib sosial
kondisi kehidupan suatu masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur di mana setiap individu bertindak sesuai hak dan kewajibannya.
Tolerance
Akomodasi tanpa persetujun yang formal dimana masing-masing pihak diminta dapat menghindari perselisihan yang terjadi.
Toleransi
bentuk akomodasi yang terjadinya tanpa persetujuan dan sifatnya formal.
Toleransi
Sikap atau sifat menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.
Tradisi
adat kebiasaan turun temurun, penilaian atau anggaran bahwa cara-cara yang telah ada merupakan cara yang paling baik dan benar.
Transvestitisme
memuaskan keinginan seks dengan mengenakan pakaian lawan jenis.
U
Uniformitas
hal uniform; keuniforman/ keseragaman.
Universal
umum (berlaku untuk semua orang atau seluruh dunia).
Unsanctioned
Lembaga sosial yang ditolak oleh masyarakat meskipun

Unusual
tindakan yang tidak lazim.
Upacara
adat istiadat yang dipakai dalam merayakan hal-hal resmi.
Urban Sociology
Sosiologi perkotaan.
Usage
Suatu norma dengan gaya ikat yang rendah yang hanya memberikan petunjuk cara-cara berperilaku.
Utrolokal
pasangan suami istri bebas menentukan tepat tinggal yang diinginkan setelah mereka menikah.
V
Violent Offenses
kejahatan yang disertai kekerasan pada orang lain.

Volunter
suka relawan.
W
Wawancara
Kegiatan memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si peneliti dengan objek penelitian.